BAHASA INDONESIA
KETERAMPILAN MENYIMAK
OLEH:
ST.
NAFTARI
FADILAH
BT. ZAINAL
ILHAM
SATRIAWAN
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2014
KETERAMPILAN
MENYIMAK
A.
PENGERTIAN
MENYIMAK
Menyimakberarti
mendengarkan dengan baik-baik, dengan penuh perhatian akan apa yang diucapkan
seseorang, yang diikuti suatu kesanggupan untuk mengingat dan memahami isi
pesan. Semakin baik daya simak seseorang maka akan semakin baik pula daya serap
informasi atau pengetahuan yang disimaknya.
B.
TUJUAN
MENYIMAK
1) Menyimak Untuk Mendapatkan Fakta
Untuk mendapatkan fakta,
dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara ialah dengan menyimak.
Sarana yang dipergunakan dalam menyimak untuk mendapatkan fakta di antaranya
dapat dilakukan melalui radio, televisi, pertemuan ilmiah, dan ceramah.
2) Menyimak Untuk Menganalisis Fakta
Yang dimaksudkan
dengan menganalisis fakta ialah menguraikan fakta atas unsur-unsur untuk
pemahaman secara menyeluruh. Tujuan utama analisis fakta ialah untuk memahami
makna dari segi yang paling kecil. Dengan demikian, penyimak dapat memahami
setiap aspek fakta, sehingga fakta tersebut dapat dipahami dengan baik.
3) Menyimak Untuk Mengevaluasi Fakta
Apabila fakta yang
diterima penyimak bernilai, akurat, dan ada relevansinya dengan pengetahuan dan
pengalaman, maka fakta-fakta tersebut dapat digunakan untuk menambah
pengetahuan. Jika fakta tersebut tidak sesuai, fakta-fakta tersebut perlu
ditolak.
4) Menyimak Untuk Mendapatkan Inspirasi
Istilah inspirasi sering
digunakan sebagai alasan seseorang untuk melakukan kegiatan menyimak. Inspirasi
biasanya dapat diperoleh melalui kegiatan menyimak ceramah, televisi,
pertemuan-pertemuan ilmiah, pertemuan reuni, pertemuan para bintang artis,
diskusi, debat, dan lain sebagainya.
Seorang pembicara yang
inspiratif ialah pembicara yang selalu berusaha mendorong, memotivasi,
menyentuh emosi, memberikan semangat, dan membangkitkan kegairahan penyimak
untuk mendapatkan inspirasi. Pada akhirnya, penyimak tergugah emosinya terhadap
hal-hal yang disampaikan pembicara.
5) Menyimak Untuk Mendapatkan Hiburan
Hiburan dapat diperoleh
melalui menyimak seperti menyimak lagu-lagu dari radio, televisi, rekaman tape
recorder, rekaman VCD, atau dapat juga diperoleh melalui kegiatan menyimak
ceramah atau pidato. Radio merupakan hiburan yang paling murah bagi sebagian
masyarakat Indonesia. Selain radio, sarana hiburan murah yang lain ialah
televisi. Kehebatan sarana hiburan televisi ialah selain menyajikan suara yang
bisa disimak, sarana itu menyajikan gambar karena televisi merupakan gabungan
antara audio dan visual.
6) Menyimak Untuk Memperbaiki Kemampuan
Berbicara
Kosakata hasil simakan
seseorang akan berpengaruh terhadap kemampuan berbicaranya. Semakin banyak
kosakata yang dikuasai melalui menyimak, akan semakin tinggi pula kemampuan
berbicara. Pada awal usianya, seorang anak akan mengenal kata-kata dan belajar
berbicara dari hasil simakan mereka.
Berkaitan dengan tujuan
menyimak untuk memperbaiki kemampuan berbicara ini, seorang pembicara
diharapkan dapat: (a) mengorganisasikan bahan pembicaraan, (b) menyampaikan
bahan, (c) memikat perhatian penyimak, (d) mengarahkan, (e) menggunakan
alat-alat bantu, seperti mik, alat peraga, dan sebagainya, dan (f) memulai
serta mengakhiri pembicaraan. Dalam hal ini, penyimak yang bertujuan
memperbaiki keterampilan berbicaranya diharapkan dapat memahami keenam komponen
itu pada saat menyimak.
C.
JENIS-JENIS
MENYIMAK
Secara garis besar,
Tarigan (1990: 35) membagi jenis menyimak itu menjadi dua macam, antara lain
menyimak ekstensif dan menyimak intensif.
1) Menyimak Ekstensif
Menyimak ekstensif ialah
proses menyimak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
mendengarkan siaran radio, televisi, percakapan orang di pasar, khotbah di
masjid, pengumuman di stasiun kereta api, dan sebagainya. Ada beberapa jenis
kegiatan menyimak ekstensif, antara lain berikut ini:
a.
Menyimak
Sosial,
b.
Menyimak
Sekunder,
c.
Menyimak
Estetika,
d.
Menyimak
Pasif,
2)
Menyimak
Intensif
Menyimak intensif
merupakan kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan
tingkat konsentrasi yang tinggi untuk menangkap makna yang dikehendaki. Berikut
ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan menyimak intensif:
a.
Menyimak
Intensif ialah menyimak pemahaman,
b.
Menyimak
Intensif memerlukan konsentrasi tinggi,
c.
Menyimak
Intensif ialah memahami bahasa formal,
d.
Menyimak
Intensif ialah diakhiri dengan bahan simakan.
Menyimak intensif
merupakan salah satu kegiatan menyimak yang terdiri atas beberapa jenis.
Berikut ini dikemukakan jenis-jenis menyimak intensif:
a) Menyimak Kritis
Menyimak kritis ialah
kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memberikan
penilaian secara objektif, menentukan keaslian, kebenaran, dan kelebihan serta
kekurangan-kekurangannya.
b) Menyimak Konsentratif
Menyimak konsentratif
ialah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk memperoleh
pemahaman yang baik terhadap informasi yang disimak.
Kegiatan menyimak
konsentratif bertujuan untuk: (a) mengikuti petunjuk-petunjuk, (b) mencari
hubungan antarunsur dalam menyimak, (c) mencari hubungan kuantitas dan kualitas
dalam suatu komponen, (d) mencari urutan penyajian dalam bahan menyimak, dan
(e) mencari gagasan utama dari bahan yang telah disimak.
c) Menyimak Eksploratif
Menyimak eksploratif ialah
kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk mendapatkan
informasi baru. Pada akhir kegiatan, seorang penyimak eksploratif akan
menemukan gagasan baru, menemukan informasi baru dan informasi tambahan dari
bidang tertentu, menemukan topik-topik baru yang dapat dikembangkan pada masa
yang akan datang, dan menemukan unsur-unsur bahasa yang bersifat baru.
d) Menyimak Kreatif
Menyimak kreatif ialah
kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan
kreativitas pembelajar. Kreativitas penyimak dapat dilakukan dengan cara
menirukan lafal atau bunyi bahasa asing atau bahasa daerah, misalnya bahasa
Inggris, mengemukakan gagasan yang sama dengan pembicara, namun menggunakan
struktur dan pilihan kata yang berbeda, merekonstruksi pesan yang telah
disampaikan penyimak, dan menyusun petunjuk-petunjuk atau nasihat berdasarkan
materi yang telah disimak.
e) Menyimak Interogatif
Menyimak interogatif ialah
kegiatan menyimak yang bertujuan memperoleh informasi dengan cara mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang diarahkan kepada pemerolehan informasi. Kegiatan
menyimak interogatif bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta dari pembicara,
mendapatkan gagasan baru yang dapat dikembangkan menjadi sebuah wacana yang
menarik, dan mendapatkan informasi apakah bahan yang telah disimak itu asli
atau tidak.
f) Menyimak Selektif
Menyimak selektif ialah
kegiatan menyimak yang dilakukan secara selektif dan terfokus untuk mengenal
bunyi-bunyi asing, nada, suara, dan bunyi-bunyi homogen, kata-kata,
frase-frase, kalimat-kalimat, dan bentuk-bentuk bahasa yang sedang dipelajari.
Menyimak selektif memiliki
ciri tertentu sebagai pembeda dengan kegiatan menyimak yang lain. Adapun ciri
menyimak selektif ialah menyimak dengan saksama untuk menentukan pilihan pada
bagian tertentu yang diinginkan, menyimak dengan memperhatikan topik-topik
tertentu, dan menyimak dengan memusatkan pada tema-tema tertentu.
D.
FAKTOR-FAKTOR
MENYIMAK
Seorang pembicara yang
baik harus tahu syarat yang harus dipenuhi supaya sesorang itu dapat menyimak
dengan baik, sehingga komunikasi dapat berlangsung secara lancar. Faktor-faktor
yang dapat berpengaruh agar seseorang itu mampu menyimak secara efisien bergantung
pada banyak hal, selain pada kualitas pembicaraan yang sungguh-sungguh baik,
pribadi masing-masing penyimak juga sangat menentukan. Faktor-faktor tersebut
ialah:
a.
Sikap,
b.
Perhatian,
c.
Motivasi,
d.
Emosi,
E.
UNSUR-UNSUR
MENYIMAK
a.
Pembicara,
b.
Penyimak,
c.
Bahan
simakan, dan
d.
Bahan
lisan yang digunakan.
F.
KEBERHASILAN
MENYIMAK
Hal-hal berikut dapat menjadi bahan
pertimbangan supaya menyimak lebih berhasil.
1) Menyimak Dengan Konsentrasi
Supaya berkonsentrasi harus
menyiapkan diri untuk selalu siap menyimak. Oleh karena itu, perlu adanya sikap
kooperatif, objektif, dan memusatkan perhatian dan menyadari pentingnya masalah
pokok. Orang perlu meramalkan arah pembicaraan pada setiap kesempatan, meninjau
apa yang telah ditangkap dari bahan pembicaraan, mengikuti jalan pikiran pembicaraan,
dan berusaha memprediksi tentang bagaimana pembicara mengembangkan masalah
tersebut.
Dapat dikatakan konsentrasi
merupakan syarat dasar untuk menyimak yang efisien. Konsentrasi meminta suatu
penentuan sikap pada waktu menyimak, suatu kemauan untuk bekerja keras, sikap
memperhatikan terus-menerus kepada pembicara.
2) Menelaah Materi Simakan
Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan agar tercapai proses menyimak yang baik sehubungan dengan materi
simakan. Hal-hal yang dimaksudkan adalah sebagai berikut.
1.
Menentukan atau mencari tujuan
pembicaraan,
2.
Membuat penggalan-penggalan
pembicaraan,
3.
Menentukan tema sentral pembicaraan,
4.
Menentukan ide utama pembicaraan,
5.
Menyimak bentuk-bentuk alat penegas
berbicara,
6.
Menyimak uraian ulangan dan
rangkumannya.
3) Menyimak Dengan Kritis
Pada dasarnya penyimak itu dapat
diklasifikasikan empat golongan berikut.
a) Orang yang tidak dapat menyimak.
Golongan ini menghilangkan pembicaraan, mereka memikirkan hal-hal yang sama
sekali lain daripada masalah yang dibicarakan. Penyimak ini hanya memperoleh
sedikit saja dari pembicaraan yang disimaknya.
b) Orang yang hanya setengah
menyimak. Orang yang demikian hanya menyimak secara tidak teratur, artinya
bahwa mereka dikala menyimak selalu melompat-lompat dalam memahami atau menanggapi
permasalahan yang dibahas. Pada dasarnya mereka mengerti fragmen-fragmen
pembicaraan, tetapi mereka tidak tahu idenya secara keseluruhan.
c) Orang yang menyimak secara pasif.
Penyimak ini memenuhi semua yang dikemukakan pembicara, tetapi tanpa pertanyaan
satu pun dan bahkan mereka tidak mau mereaksi apa yang telah dibicarakan. Sebab
mereka ini kekurangan bahan perbendaharaan pembandingnya. Oleh karenanya mereka
hanya menambah sedikit saja dari apa yang dikatakan oleh pembicara berdasarkan
pengalaman mereka.
d) Orang yang menyimak secara
kritis. Tipe penyimak kritis ini mendapat banyak hasil dari sebuah pembicaraan.
Bila kita mengambil tindakan berikut ini, berarti kita tergolong kelompok orang
yang menyimak secara kritis.
4) Membuat Catatan Sebagai Bantuan
Mekanik Sewaktu Menyimak
Jika menyimak untuk memperoleh
inspirasi, untuk menghibur diri, untuk mengadakan evaluasi terhadap metode
pembicara dalam menyusun cara-cara berpidato, atau untuk menambah pengetahuan
kebudayaan umum orang, maka pembuatan catatan hanya bermanfaat kecil saja.Jika
menyimak untuk mendapatkan fakta, untuk menganalisis apa yang dikemukakan oleh
pembicara, atau untuk mengadakan evaluasi terhadap apa yang disimak, maka
catatan akan dapat membantu.
Membuat catatan dapat membantu
penyimak karena mendorong berkonsentrasi, menyediakan bahan-bahan untuk review,
dan dapat membantu mengingat-ingat. Namun sistem membuat catatan itu sendiri
sudah memerlukan konsentrasi, hal ini berarti mengganggu proses menyimak. Oleh
karena itu, pertimbangkan saran-saran berikut untuk membuat catatan yang
efisien dalam mengikuti ceramah ataupun yang lainnya.
a)
Menggunakan sistem informal (makin simpel makin baik).
b)
Membuat catatan-catatan dengan pendek
c)
Menggunakan singkatan-singkatan dan simbol-simbol
d)
Membuat catatan yang jelas
e)
Menandai ide-ide yang penting yang perlu diperhatikan
f)
Mereview catatan secara periodi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar