Kamis, 23 April 2015

KETERAMPILAN MENYIMAK

BAHASA INDONESIA
KETERAMPILAN MENYIMAK





OLEH:
ST. NAFTARI
FADILAH BT. ZAINAL
ILHAM SATRIAWAN

PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2014

KETERAMPILAN MENYIMAK
A.    PENGERTIAN MENYIMAK
Menyimakberarti mendengarkan dengan baik-baik, dengan penuh perhatian akan apa yang diucapkan seseorang, yang diikuti suatu kesanggupan untuk mengingat dan memahami isi pesan. Semakin baik daya simak seseorang maka akan semakin baik pula daya serap informasi atau pengetahuan yang disimaknya.
B.     TUJUAN MENYIMAK
1)   Menyimak Untuk Mendapatkan Fakta
Untuk mendapatkan fakta, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara ialah dengan menyimak. Sarana yang dipergunakan dalam menyimak untuk mendapatkan fakta di antaranya dapat dilakukan melalui radio, televisi, pertemuan ilmiah, dan ceramah.
2)   Menyimak Untuk Menganalisis Fakta
Yang  dimaksudkan dengan menganalisis fakta ialah menguraikan fakta atas unsur-unsur untuk pemahaman secara menyeluruh. Tujuan utama analisis fakta ialah untuk memahami makna dari segi yang paling kecil. Dengan demikian, penyimak dapat memahami setiap aspek fakta, sehingga fakta tersebut dapat dipahami dengan baik.

3)   Menyimak Untuk Mengevaluasi Fakta
Apabila fakta yang diterima penyimak bernilai, akurat, dan ada relevansinya dengan pengetahuan dan pengalaman, maka fakta-fakta tersebut dapat digunakan untuk menambah pengetahuan. Jika fakta tersebut tidak sesuai, fakta-fakta tersebut perlu ditolak.
4)   Menyimak Untuk Mendapatkan Inspirasi
Istilah inspirasi sering digunakan sebagai alasan seseorang untuk melakukan kegiatan menyimak. Inspirasi biasanya dapat diperoleh melalui kegiatan menyimak ceramah, televisi, pertemuan-pertemuan ilmiah, pertemuan reuni, pertemuan para bintang artis, diskusi, debat, dan lain sebagainya.
Seorang pembicara yang inspiratif ialah pembicara yang selalu berusaha mendorong, memotivasi, menyentuh emosi, memberikan semangat, dan membangkitkan kegairahan penyimak untuk mendapatkan inspirasi. Pada akhirnya, penyimak tergugah emosinya terhadap hal-hal yang disampaikan pembicara.
5)   Menyimak Untuk Mendapatkan Hiburan
Hiburan dapat diperoleh melalui menyimak seperti menyimak lagu-lagu dari radio, televisi, rekaman tape recorder, rekaman VCD, atau dapat juga diperoleh melalui kegiatan menyimak ceramah atau pidato. Radio merupakan hiburan yang paling murah bagi sebagian masyarakat Indonesia. Selain radio, sarana hiburan murah yang lain ialah televisi. Kehebatan sarana hiburan televisi ialah selain menyajikan suara yang bisa disimak, sarana itu menyajikan gambar karena televisi merupakan gabungan antara audio dan visual.
6)   Menyimak Untuk Memperbaiki Kemampuan Berbicara
Kosakata hasil simakan seseorang akan berpengaruh terhadap kemampuan berbicaranya. Semakin banyak kosakata yang dikuasai melalui menyimak, akan semakin tinggi pula kemampuan berbicara. Pada awal usianya, seorang anak akan mengenal kata-kata dan belajar berbicara dari hasil simakan mereka.
Berkaitan dengan tujuan menyimak untuk memperbaiki kemampuan berbicara ini, seorang pembicara diharapkan dapat: (a) mengorganisasikan bahan pembicaraan, (b) menyampaikan bahan, (c) memikat perhatian penyimak, (d) mengarahkan, (e) menggunakan alat-alat bantu, seperti mik, alat peraga, dan sebagainya, dan (f) memulai serta mengakhiri pembicaraan. Dalam hal ini, penyimak yang bertujuan memperbaiki keterampilan berbicaranya diharapkan dapat memahami keenam komponen itu pada saat menyimak.
C.    JENIS-JENIS MENYIMAK
Secara garis besar, Tarigan (1990: 35) membagi jenis menyimak itu menjadi dua macam, antara lain menyimak ekstensif dan menyimak intensif. 
1)   Menyimak Ekstensif
Menyimak ekstensif ialah proses menyimak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: mendengarkan siaran radio, televisi, percakapan orang di pasar, khotbah di masjid, pengumuman di stasiun kereta api, dan sebagainya. Ada beberapa jenis kegiatan menyimak ekstensif, antara lain berikut ini:
a.       Menyimak Sosial,
b.       Menyimak Sekunder,
c.       Menyimak Estetika,
d.       Menyimak Pasif,
2)   Menyimak Intensif
Menyimak intensif merupakan kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk menangkap makna yang dikehendaki. Berikut ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan menyimak intensif:
a.       Menyimak Intensif ialah menyimak pemahaman,
b.      Menyimak Intensif memerlukan konsentrasi tinggi,
c.       Menyimak Intensif ialah memahami bahasa formal,
d.      Menyimak Intensif ialah diakhiri dengan bahan simakan.
Menyimak intensif merupakan salah satu kegiatan menyimak yang terdiri atas beberapa jenis. Berikut ini dikemukakan jenis-jenis menyimak intensif:
a)   Menyimak Kritis
Menyimak kritis ialah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memberikan penilaian secara objektif, menentukan keaslian, kebenaran, dan kelebihan serta kekurangan-kekurangannya.
b)   Menyimak Konsentratif
Menyimak konsentratif ialah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk memperoleh pemahaman yang baik terhadap informasi yang disimak.
Kegiatan menyimak konsentratif bertujuan untuk: (a) mengikuti petunjuk-petunjuk, (b) mencari hubungan antarunsur dalam menyimak, (c) mencari hubungan kuantitas dan kualitas dalam suatu komponen, (d) mencari urutan penyajian dalam bahan menyimak, dan (e) mencari gagasan utama dari bahan yang telah disimak.
c)    Menyimak Eksploratif
Menyimak eksploratif ialah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk mendapatkan informasi baru. Pada akhir kegiatan, seorang penyimak eksploratif akan menemukan gagasan baru, menemukan informasi baru dan informasi tambahan dari bidang tertentu, menemukan topik-topik baru yang dapat dikembangkan pada masa yang akan datang, dan menemukan unsur-unsur bahasa yang bersifat baru.
d)   Menyimak Kreatif
Menyimak kreatif ialah kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembelajar. Kreativitas penyimak dapat dilakukan dengan cara menirukan lafal atau bunyi bahasa asing atau bahasa daerah, misalnya bahasa Inggris, mengemukakan gagasan yang sama dengan pembicara, namun menggunakan struktur dan pilihan kata yang berbeda, merekonstruksi pesan yang telah disampaikan penyimak, dan menyusun petunjuk-petunjuk atau nasihat berdasarkan materi yang telah disimak.
e)    Menyimak Interogatif
Menyimak interogatif ialah kegiatan menyimak yang bertujuan memperoleh informasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang diarahkan kepada pemerolehan informasi. Kegiatan menyimak interogatif bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta dari pembicara, mendapatkan gagasan baru yang dapat dikembangkan menjadi sebuah wacana yang menarik, dan mendapatkan informasi apakah bahan yang telah disimak itu asli atau tidak.
f)    Menyimak Selektif
Menyimak selektif ialah kegiatan menyimak yang dilakukan secara selektif dan terfokus untuk mengenal bunyi-bunyi asing, nada, suara, dan bunyi-bunyi homogen, kata-kata, frase-frase, kalimat-kalimat, dan bentuk-bentuk bahasa yang sedang dipelajari.
Menyimak selektif memiliki ciri tertentu sebagai pembeda dengan kegiatan menyimak yang lain. Adapun ciri menyimak selektif ialah menyimak dengan saksama untuk menentukan pilihan pada bagian tertentu yang diinginkan, menyimak dengan memperhatikan topik-topik tertentu, dan menyimak dengan memusatkan pada tema-tema tertentu.
D.   FAKTOR-FAKTOR MENYIMAK
Seorang pembicara yang baik harus tahu syarat yang harus dipenuhi supaya sesorang itu dapat menyimak dengan baik, sehingga komunikasi dapat berlangsung secara lancar. Faktor-faktor yang dapat berpengaruh agar seseorang itu mampu menyimak secara efisien bergantung pada banyak hal, selain pada kualitas pembicaraan yang sungguh-sungguh baik, pribadi masing-masing penyimak juga sangat menentukan. Faktor-faktor tersebut ialah:
a.       Sikap,
b.      Perhatian,
c.       Motivasi,
d.      Emosi,
E.     UNSUR-UNSUR MENYIMAK
a.       Pembicara,
b.       Penyimak,
c.       Bahan simakan, dan
d.       Bahan lisan yang digunakan.
F.      KEBERHASILAN MENYIMAK
Hal-hal berikut dapat menjadi bahan pertimbangan supaya  menyimak lebih berhasil.
1)   Menyimak Dengan Konsentrasi
Supaya berkonsentrasi harus menyiapkan diri untuk selalu siap menyimak. Oleh karena itu, perlu adanya sikap kooperatif, objektif, dan memusatkan perhatian dan menyadari pentingnya masalah pokok. Orang perlu meramalkan arah pembicaraan pada setiap kesempatan, meninjau apa yang telah ditangkap dari bahan pembicaraan, mengikuti jalan pikiran pembicaraan, dan berusaha memprediksi tentang bagaimana pembicara mengembangkan masalah tersebut.
Dapat dikatakan konsentrasi merupakan syarat dasar untuk menyimak yang efisien. Konsentrasi meminta suatu penentuan sikap pada waktu menyimak, suatu kemauan untuk bekerja keras, sikap memperhatikan terus-menerus kepada pembicara.
2)   Menelaah Materi Simakan
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tercapai proses menyimak yang baik sehubungan dengan materi simakan. Hal-hal yang dimaksudkan adalah sebagai berikut.
1.                  Menentukan atau mencari tujuan pembicaraan,
2.                  Membuat penggalan-penggalan pembicaraan,
3.                  Menentukan tema sentral pembicaraan,
4.                  Menentukan ide utama pembicaraan,
5.                  Menyimak bentuk-bentuk alat penegas berbicara,
6.                  Menyimak uraian ulangan dan rangkumannya.
3)   Menyimak Dengan Kritis
Pada dasarnya penyimak itu dapat diklasifikasikan empat golongan berikut.
a) Orang yang tidak dapat menyimak. Golongan ini menghilangkan pembicaraan, mereka memikirkan hal-hal yang sama sekali lain daripada masalah yang dibicarakan. Penyimak ini hanya memperoleh sedikit saja dari pembicaraan yang disimaknya.
b) Orang yang hanya setengah menyimak. Orang yang demikian hanya menyimak secara tidak teratur, artinya bahwa mereka dikala menyimak selalu melompat-lompat dalam memahami atau menanggapi permasalahan yang dibahas. Pada dasarnya mereka mengerti fragmen-fragmen pembicaraan, tetapi mereka tidak tahu idenya secara keseluruhan.
c) Orang yang menyimak secara pasif. Penyimak ini memenuhi semua yang dikemukakan pembicara, tetapi tanpa pertanyaan satu pun dan bahkan mereka tidak mau mereaksi apa yang telah dibicarakan. Sebab mereka ini kekurangan bahan perbendaharaan pembandingnya. Oleh karenanya mereka hanya menambah sedikit saja dari apa yang dikatakan oleh pembicara berdasarkan pengalaman mereka.
d) Orang yang menyimak secara kritis. Tipe penyimak kritis ini mendapat banyak hasil dari sebuah pembicaraan. Bila kita mengambil tindakan berikut ini, berarti kita tergolong kelompok orang yang menyimak secara kritis.
4) Membuat Catatan Sebagai Bantuan Mekanik Sewaktu Menyimak
Jika menyimak untuk memperoleh inspirasi, untuk menghibur diri, untuk mengadakan evaluasi terhadap metode pembicara dalam menyusun cara-cara berpidato, atau untuk menambah pengetahuan kebudayaan umum orang, maka pembuatan catatan hanya bermanfaat kecil saja.Jika menyimak untuk mendapatkan fakta, untuk menganalisis apa yang dikemukakan oleh pembicara, atau untuk mengadakan evaluasi terhadap apa yang disimak, maka catatan akan dapat membantu.
Membuat catatan dapat membantu penyimak karena mendorong berkonsentrasi, menyediakan bahan-bahan untuk review, dan dapat membantu mengingat-ingat. Namun sistem membuat catatan itu sendiri sudah memerlukan konsentrasi, hal ini berarti mengganggu proses menyimak. Oleh karena itu, pertimbangkan saran-saran berikut untuk membuat catatan yang efisien dalam mengikuti ceramah ataupun yang lainnya.
a)       Menggunakan sistem informal (makin simpel makin baik).
b)      Membuat catatan-catatan dengan pendek
c)       Menggunakan singkatan-singkatan dan simbol-simbol
d)      Membuat catatan yang jelas
e)       Menandai ide-ide yang penting yang perlu diperhatikan
f)       Mereview catatan secara periodi
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar